Kamis, 02 November 2023




"PENGGUNAAN BAHASA YANG BAIK DAN BENAR"

BY:  ALZA DELIA



        Bahasa adalah salah satu bentuk komunikasi manusia. Manusia merupakan mahkluk sosial yang harus berinteraksi dengan sesamanya dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Karena itu, manusia tidak mungkin bisa hidup sendiri tanpa berinteraksi dengan orang lain. 

        Bahasa yang baik adalah bahasa yang sesuai dengan situasi. Sebagai alat komunikasi, bahasa harus dapat efektif menyampaikan maksud kepada lawan bicara. Karenanya, laras bahasa yang dipilih pun harus sesuai. Sedangkan bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah untuk bahasa baku tertulis maupun bahasa baku lisan.

        Penulis memilih judul "Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar" karena bahasa memiliki peran penting dalam kehidupan manusia karena ia menjadi alat komunikasi yang utama. Sebagai alat komunikasi, bahasa meliputi kata, kumpulan kata, klausa dan kalimat yang diungkapkan secara lisan maupun tulisan. Sementara pengertian bahasa adalah sistem komunikasi manusia yang dinyatakan melalui susunan suara atau ungkapan tulis yang terstruktur untuk membentuk satuan yang lebih besar, seperti morfem, kata, dan kalimat.

Pada judul ini kita akan membahas beberapa topik penting yaitu, sebagai berikut:
  • Pentingnya Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar Sebagai Mahasiswa dan Guru 
Sebagai Mahasiswa

        Bahasa Indonesia itu penting untuk dipelajari diperguruan tinggi dikarenakan di universitas setiap mahasiswa berasal dari berbagai daerah Indonesia. Kemudian bahasa Indonesia sebagai panduan untuk penyusunan dan penggunaan tata bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi ilmiah.

    Selain itu mempelajari bahasa Indonesia bagi mahasiswa diuniversitas sama halnya seperti mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia diSMA, namun pembahasannya lebih spesifik di Universitas dan mendalam, dan sebagian besar Mahasiswa masih tetap ingin mempelajari bahasa Indonesia dikarenakan agar mereka mampu bertata bahasa dengan baik dan benar.

    Alasan inilah yang membuat Dirjen Depdiknas RI memutuskan memasukan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib diajarkan diseluruh perguruan tinggi dan seluruh jurusan. Tujuannya untuk mengasah kemampuan berbahasa dan mengembangkan kepribadian para mahasiswa.  

        Untuk di tingkatan perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam.

Sebagai Guru

        Dalam profesi seorang guru pastinya sangat diperlukan pemahaman tentang aspek-aspek dalam menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, sehingga nantinya saat melakukan pembelajaran dan berinteraksi dengan para siswa materi yang kita sampaikan dapat mudah dimengerti oleh para siswa. Namun dalam pengimplementasiannya justru terkadang kurang adanya kesadaran seorang guru untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar waktu pembelajaran.

        Tidak jarang juga para guru saat melakukan pembelajaran justru menggunakan bahasa daerah disekitar lingkungan sekolah tersebut. Terkadang mereka beralasan menggunakan bahasa daerah karena memang sudah terbiasa dan agar bisa lebih dekat dengan para siswa. Meskipun kalau dilihat dari sisi keefektifan pembelajaran semua siswa paham apa yang dijelaskan oleh guru itu tidak ada masalah. Namun hal tersebut bisa menjadi kebiasaan yang kurang baik sebab saat penggunaan bahasa daerah secara terus-menerus dapat menyebabkan keasingan dari bahasa Indonesia sendiri yang semestinya menjadi bahasa nasional dan persatuan dari bangsa kita. Maka dari itu sebagai guru kita sebaiknya melakukan pengimplementasian bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pembelajaran agar bahasa Indonesia ini bisa terus terjamin keberadaannya dalam lingkup masyarakat, tentunya juga agar tidak tergerus oleh bahasa asing lainnya di era kemajuan iptek yang sangat pesat ini. Meskipun disamping juga kita harus melestarikan bahasa daerah kita. Untuk itu sebagai guru harus bisa membiasakan para siswa untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dalam hal komunikasi maupun yang lainnya.

           Sebenarnya ketika seorang menggunakan bahasa daerah tidak dilarang namun sebaiknya seorang guru harus tahu porsi penggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi dalam pembelajaran dan dengan manfaat lain yang didapat oleh para siswa dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik yaitu mampu melatih siswa untuk berkomunikasi secara baik serta sopan kepada orang lain dan nantinya hal tersebut akan sangat berguna saat siswa tersebut melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan serta juga dalam dunia kerja nantinya ataupun juga dalam hal bersosialisasi kepada orang lain.

        Karena hal itulah mengapa para guru diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia yang baik. Meskipun kita bukan seorang guru alangkah baiknya kita sebagai orang-orang yang lebih dewasa sekiranya bisa mengajarkan kepada anak-anak untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik saat berkomunikasi.

        Jika bukan kita yang menjaga bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan kita agar tetap terus terjaga eksistensinya diranah masyarakat maupun lainnya lalu siapa lagi. 
        
  • Dampak Positif dan Negatif dalam Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar
Dampak Positif
  1. Bahasa Indonesia mempunyai banyak kosakata.
  2. Sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia.
  3. Sebagai identitas dan ciri khas tersendiri dari suatu suku dan daerah.
  4. Menimbulkan keakraban dalam berkomunikasi.

Dampak Negatif

  1. Bahasa daerah yang satu sulit dipahami oleh daerah lain.
  2. Warga negara asing yang ingin belajar bahasa Indonesia menjadi kesulitan karena terlalu banyak kosakata.
  3. Masyarakat menjadi kurang paham dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baku karena sudah terbiasa menggunakan bahasa daerah tersebut.
  4. Dapat menimbulkan kesalahpahaman akibat kurangnya pemahaman.

  • Pendapat Penulis Terkait Guru Adalah Agen Penggerak Perubahan
        Menurut pemahaman saya untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, dibutuhkan agen perubahan (agent of change). Agen perubahan dalam lingkup pendidikan di sekolah adalah para guru. Dalam lembaga pendidikan di sekolah, guru merupakan panglima utama yang bertugas membawa perubahan peserta didik yang pada awalnya tidak tahu menjadi tahu dari hasil proses kegiatan belajar dan mengajar serta penerapan nilai-nilai positif, baik secara privat maupun publik yang dilaksanakan secara profesional.

        Sebagai agen perubahan, guru pun harus bisa mengubah mindset mereka, bahwa guru tidak hanya berusaha mentransfer ilmu, menyalin dan memindahkan pengetahuan kepada siswa, tanpa memahami hal yang bisa membawa perubahan positif kepada diri siswa tersebut. Guru tidak hanya pintar, jika seorang guru dituntut hanya pintar, google jauh lebih pintar. Namun, seorang guru adalah agen perubahan yang seharusnya mampu membawa seorang individu menjadi manusia yang berkarakter positif.

  • Pendapat Penulis Terkait Pentingnya Pemilihan Model atau Teknik dan Metode yang Tepat Dalam Pembelajaran (Membaca, Menulis, Menyimak, dan Berbicara di kelas rendah)
        Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa Sekolah Dasar memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak. Terlebih Sekolah Dasar merupakan awal pengembagan potensi berbahasa anak yang sebelumnya telah dimiliki atau dipelajari di jenjang sebelumnya. Pembelajaran Bahasa Indonesia terbagi menjadi pembelajaran untuk kelas tinggi dan kelas awal.
        Oleh karena masalah persiapan pembelajaran itu selalu terkait dengan pendekatan, metode dan teknik maka masalah tersebut harus dikuasai oleh guru. Pembelajaran dengan berbagai teknik, metode, dan pendekatan yang akan memudahkan siswa memahami apa yang sedang dipelajari harus selalu diutamakan guru.

Metode pembelajaran bahasa Membaca Permulaan di kelas rendah adalah sebagai berikut.
  1. Metode Eja/Abjad
        Metode ini merupakan metode yang sudah sangat tua. Pelajaran pertama dimulai dengan pengenalan abjad “a”, “be”, “ce”, “de”, dan seterusnya. Guru merangkai huruf-huruf konsonan dengan huruf vokal menjadi sukukata. Suku-suku kata dirangkai menjadi kata, dan kata-kata dirangkaikan menjadi kalimat. Penggunaan metode ini kerap kali menimbulkan kecenderungan mengeja, yaitu membaca huruf demi huruf. Kecenderungan ini menghambat proses penguasaan kemampuan membaca permulaaan.
        B, a ➜ ba (dibaca be. A ➜ ba)
        D, u ➜ du (dibaca de. U➜ du)
        Ba-du dilafalkan badu

      2. Metode Bunyi

          Metode ini juga merupakan metode yang sudah sangat tua. Pelaksanaannya hampir sama dengan metode abjad. Namun, huruf-huruf tidak disebut dengan nama abjadnya, melainkan nama bunyinya. Jadi, huruf “m” tidak diucapkan sebagai [ɛm] atau [ɚm] melainkan [m]. 
           Bunyi-bunyi konsonan dirangkai dengan bunyi vokal sehingga membentuk suku kata. Suku kata dirangkai menjadi kata, dan akhirnya kata-kata dirangkai menjadi kalimat. Baik metode abjad maupun metode bunyi sering menggunakan kata-kata lepas untuk latihan membaca.
           ma – ma             ru – sa
           ma –na               ra – si
           na – ma              dan seterusnya.
           i – na
           a – na
           ni – na

      3. Metode suku kata dan metode kata

          Metode ini diawali dengan pengenalan suku kata,seperti ba, bi, bu, be, bo, ca, ci, cu, ce, co, dan seterusnya. Suku kata tersebut kemudian dirangkaikan menjadi kata-kata bermakna. Sebagai contoh, dari daftar suku kata tadi, guru dapat membuat berbagai variasi paduan suku kata menjadi kata-kata bermakna. Misalnya:
           ba – bi                 cu – ci                 da – da                 ka – ki
           ba – bu                ca – ci                 du – da                 ku – ku
           bi – bi                   ci – ca                da – du                 ka – ku
           ba – ca                 ka – ca               du – ka                 ku – da

          Kemudian suku kata dirangkai menjadi kata kemudian menjadi kalimat sederhana. Proses perangkaian suku kata menjadi kata, kata menjadi kalimat sederhana, kemudian ditindaklanjuti dengan proses pengupasan atau penguraian bentuk-bentuk tersebut menjadi satuan bahasa terkecil di bawahnya, yakni dari kalimat ke dalam kata dan kata ke dalam suku-suku kata.

       4. Metode Global

           Global memiliki arti secara utuh atau bulat. Yang disajikan pertama kali dalam metode global kepada murid adalah kalimat seutuhnya. Kalimat tersebut dituliskan di bawah gambar yang sesuai dengan isi kalimatnya. Gambar itu ditujukkan untuk mengingatkan siswa kepada
kalimat yang ada di bawahnya. Setelah berkali-kali membaca, murid dapat membaca kalimat-kalimat itu secara global tanpa gambar. Sebagai contoh, di bawah ini bahan ajar untuk MMP yang menggunakan metode global.
a. Memperkenalkan gambar dan kalimat.
b. Menguraikan salah satu kalimat menjadi kata; kata menjadi suku
kata; suku kata menjadi huruf-huruf.

                            ini mama

            i n i                                 m a m a
            i-ni                                  ma-ma
            i-n-i                                 m-a-m-a

     Teknik pembelajaran ditentukan berdasarkan metode yang digunakan, dan metode disusun berdasarkan pendekatan yang dianut. Dengan kata lain, pendekatan menjadi dasar penentuan teknik pembelajaran. Oleh karenanya, dari suatu pendekatan dapat diterapkan teknik pembelajaran yang berbeda-beda. Berikut ini adalah teknik-teknik yang biasa digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia:

      1. Teknik pembelajaran menyimak
           a. Simak-Ulang ucap
          b. Simak-Tulis
          c. Simak-Kerjakan
          d. Simak-Terka (tebak)
          e. Bisik berantai

      2. Teknik pembelajaran berbicara
          a. Ulang-ucap
          b. Lihat-ucapkan
          c. Percakapan
          d. Memperlihatkan dan bercerita

      3. Teknik pembelajaran membaca
          a. membaca dalam hati
          b. Membaca Sekilas

      4. Teknik pembelajaran menulis
          a. Menulis abjad
          b. Menulis kegiatan
          c. Menulis catatan harian

  • Pentingnya Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Untuk Tingkat Sekolah Dasar
    Bahasa Indonesia memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar khususnya sekolah dasar (SD) yaitu mempercepat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi karena bahasa Indonesia merupakan sarana berpikir untuk menumbuh kembangkan cara berpikir logis, sistematis, dan kritis.

       Bahasa Indonesia harus dipelajari, dikembangkan, dan dioptimalkan penggunaannya maupun fungsinya. Melalui mata pelajaran bahasa Indonesia diharapkan tumbuh sikap bangga dalam menggunakan bahasa Indonesia sehingga akan tumbuh juga kesadaran akan pentingnya nilai-nilai yang terkandung di dalam bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang wajib diberikan dari jenjang sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi.

     Untuk meningkatkan mutu dalam penggunaan bahasa Indonesia, pengajarannya dilakukan mulai sejak dini, yakni mulai dari sekolah dasar yang nantinya digunakan sebagai landasan atau dasar pendidikan ke dalam jenjang yang lebih tinggi. Penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat diketahui dari keterampilan berbahasa yang terdiri dariketrampilan membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan dapat disimpulkan bahwa penguasaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat diketahui dari keterampilan yang dimiliki seseorang dalam aspek membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan. Setiap ketrampilan dalam bahasa mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lainnya.





Email             : alzadeliaaa@gmail.com

Instagram     : @alzaa.d

32 komentar:

  1. Sangat bagus sekali materinya mudah dipahami

    BalasHapus
  2. Bagus ada contoh dari dampak positif dan negatif berbahasa yang baik dan benar:)

    BalasHapus
  3. Wahh materi yang di sampaikan sangat bagus dan mudah di mengerti

    BalasHapus
  4. Woww keren materinya mudah di pahami

    BalasHapus
  5. halo alza, terimakasih untuk paparan materi yang disajikan. benar-benar mudah dipamahami dan dapat menambah pengetahuan kita sebagai peserta didik maupun pendidik nantinya

    BalasHapus
  6. MANTAP ALZA,KEREN SANGAT MEMUDAHKAN PARA PEMBACA SEHINGGA DAPAT MENABAWAH WAWASAN TEEKAIT MATERI YANG DISAJIKAN🔥

    BalasHapus
  7. pembahasan terkait sudah sangat baik.dan mudah dipahami

    BalasHapus
  8. Materinya ringkas tapi mudah dipahami, gambar gambar yang di sisipkan juga membuat pembaca nyaman

    BalasHapus
  9. Pemahaman dan materi terangkum sangat bagus, sehingga mudah untuk di pahami.

    BalasHapus
  10. Thank you referensi nya sangat mudah di pahami dan sangat bagus, semoga bisa menambah wawasan bagi kita semua👍

    BalasHapus
  11. Thank you referensi nya sangat mudah di pahami dan sangat bagus, semoga bisa menambah wawasan bagi kita semua👍

    BalasHapus
  12. Bagus materinya Kaka, semoga bisa menjadi referensi bagi utk menyelesaikan tugass

    BalasHapus
  13. Hai Alza, materi dan desainnya bagus sekali. semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan para pembaca.

    BalasHapus
  14. Materinya sangat jelas dan desainya bagus!

    BalasHapus
  15. Untuk materi yang sampaikan keren apalagi ditambah desain baground yang bagus

    BalasHapus
  16. Materinya sangat bagus dan mengedukasi, sangat bermanfaat..

    BalasHapus
  17. Wahh materi yang dipaparkan mudah dimengerti bestii

    BalasHapus
  18. Mantap materinya sangat mudah dan dipahami🔥

    BalasHapus
  19. Bagus materinya, semoga bermanfaat untuk kita semua yang membacanya 👍

    BalasHapus
  20. Ketennn terimakasih atas referensi nyaa kak

    BalasHapus
  21. materinya sangat bagus dan mudah dipahami

    BalasHapus
  22. Ini materi nya lengkap banget dan disertakan contohnya juga trimakasih kak alza👍

    BalasHapus

"PENGGUNAAN BAHASA YANG BAIK DAN BENAR" BY:  ALZA DELIA